makalah agama islam syahadat

MAKALAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
TENTANG SYAHADAT

















DOSEN PENGAMPU : 
M. Ahsanul Husna, S.Pd.I.,M.Pd

DISUSUN OLEH :
1.    Evy Octavina                                              154010001
2.    Dwi Andaryogi                                           154010002
3.    Achmad Suryadi                                        154010003
4.    Wahyu Mulyono                                        154010006




UNIVERSITAS WAHID HASYIM SEMARANG
TAHUN AJARAN
2015/2016


KATA PENGANTAR

            Puji sanjung dan syukur kami sampaikan pada Sumber dari segala Ilmu Pengetahuan, Sang Maha Kuasa Allah SWT,  yang telah memberikan kami nikmat kesempatan dan kesehatan sehingga dapat menyelesaikan makalah dalam bentuk yang sangat sederhana ini.
            Kami  menyadari bahwa makalah Pendidikan Agama Islam tentang Syahadat ini masih jauh dari tingkat kesempurnaan, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang dapat membangun dimasa yang akan datang. Kami juga sangat berterimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu kami, baik dalam segi motivasi, penulisan, dan output dari penyelesaian makalah ini.
            Semoga Allah SWT memberikan balasan pahala atas amal yang telah diberikan kepada kami dan semoga makalah ini bermanfaat bagi kami khususnya dan teman-teman mahasiswa/mahasiswi pada umumnya. Amiin







Iman dan Tauhid dalam Islam

Ø  Menurut Lughat (bahasa) Iman berarti percaya. Iman dalam Islam  berarti percaya secara sungguh – sungguh kepada Allah, Malaikat – Malaikat-Nya, Kitab – Kitab-Nya, Rasul – Rasul-Nya, dan Hari akhir, serta ketentuan dan takdir dari-Nya.
Ø  Beriman pada Allah berarti percaya dan yakin akan adanya Allah Yang Esa dan berusaha menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya.
Ø  Tauhid berarti meng-Esa-kan Allah SWT.
Ø  Nabi saw. Diutus Allah untuk mengajari kita tentang tauhid yaitu agar kita menyembah Allah dan tidak menyekutukanNya dengan yang lain.
Ø  Nabi-nabi sebelumnya, seperti Nabi Ibrahim juga mengajarkan tauhid kepada ummatnya, yaitu agar hanya menyembah satu Tuhan, yaitu: Allah, dan tidak mempersekutukan Allah dengan yang lain:
إِنَّ إِبْرَاهِيمَ كَانَ أُمَّةً قَانِتًا لِلَّهِ حَنِيفًا وَلَمْ يَكُ مِنَ الْمُشْرِكِينَ
 “Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan),” [An Nahl:120].


Ø  Luqman yang saleh pun dalam Al Qur’an diceritakan menasehati agar anaknya tidak mempersekutukan Allah dengan yang lain:
وإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
 “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.” [Luqman:13].
Ø  Dalam Islam, mengesakan Allah adalah rukun yang pertama. Jika seorang masuk Islam, dia harus menyatakan bahwa Tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusannya:
Ø  “Hadis Ibnu Umar r.a: Nabi s.a.w telah bersabda: Islam ditegakkan di atas lima perkara yaitu mengesakan Allah, mendirikan sembahyang, mengeluarkan zakat, berpuasa pada bulan Ramadan dan mengerjakan Haji “ [HR Bukhori-Muslim].







Definisi dan Syarat Syahadat

Ø  Syahadat merupakan rukun Islam yang pertama. Syahadat artinya mengaku tidak ada Tuhan yang wajib disembah, melainkan Allah, dan mengakui bahwa Nabi Muhammad saw adalah utusan Allah.
Ø  Syahadat ini adalah syarat utama seseorang masuk Islam, dapat digambarkan bahwa Syahadat merupakan pintu masuk Islam.
Ø  Syahadat terdiri dari dua unsur, yakni Syahadat Tauhid dan Syahadat Rasul. Kedua Syahadat itu merupakan Dua Kalimat Syahadat yang menjadi syarat mutlak bagi muallaf.
Lafadz kalimat syahadat :
اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ , وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ



Aktualisasi Syahadat Dalam Ibadah Dan Muamalah
Aktualisasi syahadat yakni sebagai berikut:
Ø  Syahadat sebagai inti ajaran Islam.
Apabila syahadat yang merupakan inti ajran Islam sudah menancap dalam dirinya sebagai akidah, maka berubah pula seluruh aspek kehidupannya.


Ø  Syahadatain sebagai Asas perubahan
Syahadat inilah yang akan selalu memompa semangat umat Islam untuk selalu membuat perubahan yang lebih baik.
Ø  Syahadat sebagai hakikat dakwah para rasul
Syariat yang dibawa rosul dapat berbeda-beda namun intinya tetap sama yaitu beriman kepaada Allah dan menjauhi thogut.
Ø  Syahadat sebagai keutamaan yang agung
Syahadat dapat menyelamatkan dari azab Allah di dunia dan akhirat. Juga menjadi sebab terhapusnya dosa dan maksiat sertta sebab masuknya seseorang kedalam surga dan tidak kekal di neraka.


Yang Merusak Syahadat dan Iman
1.      KUFUR
ü  Orang Kafir akan menerima nikmat sementara sebelum menerima azab Allah SWT
وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُمْ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ قَالَ وَمَنْ كَفَرَ فَأُمَتِّعُهُ قَلِيلًا ثُمَّ أَضْطَرُّهُ إِلَى عَذَابِ النَّارِ ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: "Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: "Dan kepada orang yang kafirpun Aku beri kesenangan sementara, Kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan Itulah seburuk-buruk tempat kembali".(QS AL BAQARAH ayat 126).

ü  Orang Kafir akan menerima istidraj (tipuan) sehingga mereka akan terlena dalam kekafiran dan Allah akan memberi mereka siksa secara tiba-tiba.

      2.  SYIRIK
ü  Syirik dapat diartikan menyekutukan Allah dengan selainNya.
وَاتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ آلِهَةً لِيَكُونُوا لَهُمْ عِزًّا
Dan mereka Telah mengambil sembahan-sembahan selain Allah, agar sembahan-sembahan itu menjadi pelindung bagi mereka. (QS MARYAM 81).
ü  Orang yang melakukan perbuatan syirik disebut Musyrik. Orang musyrik tidak akan diampuni dosanya jika dia mati dan belum bertaubat
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. barangsiapa yang mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.(QS AN NISA 48).

3. NIFAK(KEMUNAFIKAN)
ü  Munafik dapat disebut bermuka dua. Maksudnya orang munafik, antara ucapan dan hatinya berbeda
ü  Dalam Al-Qur’an terdapat banyak ayat tentang orang munafik, diantaranya adalah:

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ آمَنَّا بِاللَّهِ وَبِالْيَوْمِ الْآخِرِ وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِينَ
Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan hari kemudian," pada hal mereka itu Sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.(QS AL BAQARAH 8).
 Hari kemudian ialah: mulai dari waktu mahluk dikumpulkan di padang mahsyar sampai waktu yang tak ada batasnya.

ü  Dari ayat di atas dapat di simpulkan bahwa orang munafik selalu berkata bohong dan tidak sesuai dengan hati nuraninya sendiri.
ü  Pada hakikatnya orang munafik adalah menipu diri sendiri.
ü  Rasul saw telah bersabda bahwa ada tiga tanda-tanda orang munafik yaitu :
·         Jika berbicara dia berbohong.
·         Jika berjanji dia ingkar.
·         Jika dipercaya dia berkhianat.
ü  Setiap orang beriman harus mampu dan mau menjauhi sifat munafik agar imannya tetap terjaga dan bertambah kuat.
ü  Ada lagi hal-hal yang melemahkan keimanan antara lain:
·         Bid’ah sesat.
·         Sihir.
·         Meramal nasib.




Cara Mempertahankan Keimanan

 Untuk mempertahankan agar keimanan kita tetap terjaga:

ü Selalu ingat bahwa Allah selalu mengawasi dan menyertai kita dalam aktivitas apa pun.
ü Menanamkan kesadaran dan pemikiran dalam diri kita bahwa kita ini sangat kecil dihadapan semua ciptaan Allah, apalagi di hadapan Allah.
ü Selalu berdoa semoga kita tetap berada dalam keimanan kepada-Nya. Dengan ini, insya Allah keimanan kita akan tetap terjaga.







Comments

Popular posts from this blog

ringkasa kimia organik

makalah budidaya karet